LANJUT USIA DAN PERMASALAHANNYA

LansiaMenua (= menjadi tua = aging) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides 1994)

Dengan begitu manusia secara progresif akan kehilangan daya tahan terhadap infeksi dan akan menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural yang disebut sebagai "penyakit degeneratif" (seperti hipertensi, aterosklerosis, diabetes dan kanker).

Menurut UN-Population Division, Department of Economic and Social Affairs, jumlah populasi lanjut usia (lansia) ≥ 60 tahun diperkirakan hampir mencapai 600 juta orang dan diproyeksikan menjadi 2 milyar pada tahun 2050.

 

Reaksi dari pesatnya populasi lansia, kita perlu mengenal sifat penyakit pada lanjut usia  yang menyangkut beberapa aspek yaitu: 

  • Sebab penyakit pada lansia pada umumnya bersifat endogen karena menurunnya fungsi berbagai alat tubuh karena proses menjadi tua
  • Penyebabnya sering tersembunyi sehingga perlu dicari secara sadar, aktif dan memerlukan observasi agak lama sambil mengamati tanda-tanda dan gejala penyakitnya yang seringkali tidak nyata.
  • Penyebabnya bersifat ganda dan kumulatif, terlepas satu sama lain ataupun saling mempengaruhi timbulnya
  • Gejalanya tidak khas, keluhan keluhan tidak khas dan tidak jelas, atipik dan tidak jarang asimtomatik
  • Perjalanannya kronis (menahun) diselingi eksaserbasi akut bersifat progresif dan sering menyebabkan kecacatan lama sebelum akhirnya penderita meninggal dunia.

Penting juga dicatat kemunduran dan kelemahan yang diderita oleh kaum lansia yang dikenal dengan 13-I yang dikemukakan oleh Solomon (UCLA Conference 1988):

  • Imobility
  • Instability (falls)
  • Intelectual impairment (dementia)
  • Isolation (depression)
  • Incontinence
  • Impotence
  • Immuno-deficiency
  • Infection
  • Inanition (malnutrition)
  • Impaction (constipation)
  • Iatrogenesis
  • Insomnia
  • Impairment of
    • vision
    • hearing
    • sense
    • smell
    • communication
    • convalenscence
    • skin integrity

Salah satu upaya memperlambat perubahan pada lansia diperlukan program latihan (exercise) tidak hanya untuk lansia disable tapi juga pada lansia sehat guna meminimalkan penurunan fungsi tubuh, mengangkat kesehatan dan kehidupan sehari-hari yang menyenangkan.

Penelitian menunjukkan bahwa latihan/olah raga yang meningkatkan aktivitas setingkat lebih tinggi cukup untuk mengeliminasi berbagai risiko dari penyakit degeneratif.  Adapun manfaat dari aktivitas fisik adalah:

  • Memperlambat perubahan fisiologis yang berhubungan dengan proses menua
  • Mengoptimalkan komposisi tubuh yang berhubungan dengan usia
  • Memberi rasa nyaman secara psikologis
  • Mengurangi resiko disabilitas fisik
  • Memperpanjang usia
  • Memperbaiki kualitas hidup

Akhirnya sesuai slogan lansia WHO "Do not put years to life but life into years, long life without continous usefulness, productivity and good quality of life is not a blessing"  ***

 

Oleh: dr. Anna, SpKFR - Rehabilitasi Medik

Informasi Terbaru

Dapatkan Info Terbaru

Peta

RS SANTO BORROMEUS

Jl. Ir. H. Djuanda No 100
Bandung, 40132 - Indonesia
T. 022-2552000
T. 022-82558000
F. 022-2504235
Email: sekretariat@rsborromeus.com

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site.Agree
LANJUT USIA DAN PERMASALAHANNYA | Artikel

LANJUT USIA DAN PERMASALAHANNYA

LansiaMenua (= menjadi tua = aging) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides 1994)

Dengan begitu manusia secara progresif akan kehilangan daya tahan terhadap infeksi dan akan menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural yang disebut sebagai "penyakit degeneratif" (seperti hipertensi, aterosklerosis, diabetes dan kanker).

Menurut UN-Population Division, Department of Economic and Social Affairs, jumlah populasi lanjut usia (lansia) ≥ 60 tahun diperkirakan hampir mencapai 600 juta orang dan diproyeksikan menjadi 2 milyar pada tahun 2050.

 

Reaksi dari pesatnya populasi lansia, kita perlu mengenal sifat penyakit pada lanjut usia  yang menyangkut beberapa aspek yaitu: 

  • Sebab penyakit pada lansia pada umumnya bersifat endogen karena menurunnya fungsi berbagai alat tubuh karena proses menjadi tua
  • Penyebabnya sering tersembunyi sehingga perlu dicari secara sadar, aktif dan memerlukan observasi agak lama sambil mengamati tanda-tanda dan gejala penyakitnya yang seringkali tidak nyata.
  • Penyebabnya bersifat ganda dan kumulatif, terlepas satu sama lain ataupun saling mempengaruhi timbulnya
  • Gejalanya tidak khas, keluhan keluhan tidak khas dan tidak jelas, atipik dan tidak jarang asimtomatik
  • Perjalanannya kronis (menahun) diselingi eksaserbasi akut bersifat progresif dan sering menyebabkan kecacatan lama sebelum akhirnya penderita meninggal dunia.

Penting juga dicatat kemunduran dan kelemahan yang diderita oleh kaum lansia yang dikenal dengan 13-I yang dikemukakan oleh Solomon (UCLA Conference 1988):

  • Imobility
  • Instability (falls)
  • Intelectual impairment (dementia)
  • Isolation (depression)
  • Incontinence
  • Impotence
  • Immuno-deficiency
  • Infection
  • Inanition (malnutrition)
  • Impaction (constipation)
  • Iatrogenesis
  • Insomnia
  • Impairment of
    • vision
    • hearing
    • sense
    • smell
    • communication
    • convalenscence
    • skin integrity

Salah satu upaya memperlambat perubahan pada lansia diperlukan program latihan (exercise) tidak hanya untuk lansia disable tapi juga pada lansia sehat guna meminimalkan penurunan fungsi tubuh, mengangkat kesehatan dan kehidupan sehari-hari yang menyenangkan.

Penelitian menunjukkan bahwa latihan/olah raga yang meningkatkan aktivitas setingkat lebih tinggi cukup untuk mengeliminasi berbagai risiko dari penyakit degeneratif.  Adapun manfaat dari aktivitas fisik adalah:

  • Memperlambat perubahan fisiologis yang berhubungan dengan proses menua
  • Mengoptimalkan komposisi tubuh yang berhubungan dengan usia
  • Memberi rasa nyaman secara psikologis
  • Mengurangi resiko disabilitas fisik
  • Memperpanjang usia
  • Memperbaiki kualitas hidup

Akhirnya sesuai slogan lansia WHO "Do not put years to life but life into years, long life without continous usefulness, productivity and good quality of life is not a blessing"  ***

 

Oleh: dr. Anna, SpKFR - Rehabilitasi Medik

Informasi Terbaru

Dapatkan Info Terbaru

Peta

RS SANTO BORROMEUS

Jl. Ir. H. Djuanda No 100
Bandung, 40132 - Indonesia
T. 022-2552000
T. 022-82558000
F. 022-2504235
Email: sekretariat@rsborromeus.com

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site.Agree