| DIARE / MENCRET
(GASTROENTERITIS)
Indonesia adalah negara tropis sehingga sering terjadi penyakit infeksi. Salah satu penyakit infeksi yang selalu ada setiap tahun adalah penyakit diare. Penyakit diare ini tidak pandang bulu, dapat menyerang siapa saja baik tua ataupun muda, baik itu laki-laki atau perempuan. Seringkali penyakit diare ini dipandang remeh oleh masyarakat, padahal data statistik menunjukkan diare merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada balita (Suksenas 2001) dan menurut catatan WHO diare menyebabkan 2 juta orang meninggal setiap tahunnya.
Diare disebabkan oleh beberapa hal antara lain masuknya bakteri/virus/parasit ke dalam saluran pencernaan, pemaparan racun yang ditimbulkan oleh mikroba ataupun bahan kimia, kurang gizi, alergi susu, dan penyakit penurunan daya tahan tubuh. Proses penularan yang sering terjadi adalah Infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum yang terkontaminasi tinja / muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi bila tangan tercemar dipergunakan untuk menyuap makanan.
Diare ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar dan konsistensi feses menjadi lebih lunak bahkan encer. Gejala lain yang seringkali menyertai penderita diare antara lain sakit perut/mules, demam, perut kembung, mual bahkan sampai muntah.
Muntah yang terjadi sebenarnya merupakan proses normal tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang ada dalam saluran cerna kita namun demikian proses muntah tersebut menyebabkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak dapat masuk. Hal ini menyebabkan asupan energi tubuh berkurang. Untuk dapat tetap menjaga kebutuhan energi maka tubuh akan memecah gula yang terdapat dalam otot menjadi energi melalui proses glycolysis. Proses glikolisis tersebut akan menimbulkan perasaan mual. Akibatnya rasa mual dan muntah menjadi semakin hebat. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memberikan asupan gula baik melalui makan/minum ataupun infus sehingga proses glycolysis tersebut berhenti dan mengurangi rasa mual muntah yang terjadi.
Apabila kuman yang masuk sangat banyak, maka proses muntah tidak dapat mengeluarkan semua kuman yang ada sehingga sebagian kuman akan turun ke saluran cerna bagian bawah dan berkembang biak. Dalam waktu 8 jam setelah masuk ke saluran cerna bagian bawah maka terjadilah proses diare untuk mengeluarkan kuman/virus ataupun racun. Oleh karena itu, obat-obat penghenti diare tidaklah dibutuhkan sebab dapat menyebabkan kuman tidak dapat keluar. Bila kuman terus berada dalam saluran pencernaan maka kuman tersebut akan menghasilkan gas yang cukup banyak sehingga perut akan menjadi kembung. Ketika semua virus/kuman telah selesai keluar maka diare akan berhenti dengan sendirinya.
Pemeriksaan penunjang diperlukan untuk dapat mengetahui penyebab diare yang terjadi. Salah satu pemeriksaan yang penting adalah feses rutin sehinnga dapat mengetahui kandungan apa saja yang terdapat dalam feses.
Tindakan yang paling penting pada penyakit diare ini adalah menjaga cairan dalam tubuh agar tetap seimbang antara yang keluar dan yang masuk. Bila tubuh mengalami kekurangan cairan maka minuman seperti oralit, air tajin, larutan garam gula dapat membantu mengatasi kekurangan cairan tersebut, namun bila dalam 3 hari tidak membaik atau terdapat gejala seperti diare makin berat, muntah terus menerus, timbul demam, terdapat darah dan tidak mau makan/minum maka penderita harus segera dibawa ke pusat kesehatan terdekat untuk diberi pertolongan lebih lanjut.
|