Agenda Terbaru
Lomba Balita Sehat 2010 "Go Green Generasi Muda Indonesia"
  ...
[ Detail ]
   
Tampil dengan Gaya Baru
  www.rsborromeus.com tampil dengan gaya baru yang akan lebih memudahkan Anda...
[ Detail ]
   
 
 
Layanan Online
Humas
 
 
 
 
Detail Artikel
« Kembali English Version
 
Menyiasati Pemakaian "Obat Kuat"
Tanggal Kirim : 25-Jun-10
Penulis : dr Herry S Lubis Sp And
[ Komentar : Aktif ], Total : 0
 

Menyiasati Pemakaian Obat Kuat

Urusan syahwat pria sudah menjadi  bahan rumpian pasangan wanita maupun antar kaum maskulin itu sendiri , dengan harapan untuk mendapatkan momongan maupun kewajiban member  nafkah batin dalam kehidupan  rumah tangga.

Pria sampai usia lanjut ( 60 th )masih mampu memberikan keturunan maupun memberikan nafkah batin untuk pasangannya. Pasalnya produksi sperma maupun hormon pria tidak mengalami penurunan sampai titik nadir.

Era globalisasi memudahkan kita mengetahui berbagai obat kebugaran-vitalitas (syahwat) pria melalui internet. Sayangnya, kebanyakan informasi tersebut tidak disertai  penjelasan bukti ilmiah secara detail, baik komposisi, indikasi, kontraindikasi, serta efek samping. Hampir semuanya menjanjikann efek “ jempolan”sehingga mendapatkan obat untuk urusan vital pria secara bebas terkesan mudah. Belum lagi lemahnya sistem kontrol dari pihak berwenang. Ini terbukti dari beberapa “ obat kuat “ yang sudah cukup lama beredar dan diminati di pasaran tanpa diketahui risiko yang ada, baru kemudian terdeteksi mengandung komponen kimia yang pemakaiannya seharusnya dibawah kontrol seorang ahli.

Menjamurnya penawaran “obat kuat” secara bebas diakibatkan rendahnya pengetahuan kaum pria tentang mekanisme  terjadinya kegagalan pada fungsi syahwatnya dan kurang memahami  efektivitas serta profil keamanan dari obat tersebut.

Dalam dunia medis, masalah “ kuat”  untuk urusan syahwat pria diistilahkan disfungsi ereksi-ejakulasi. Sebenarnya terdapat beberapa kelainan terkait gangguan saat saat melakukan aktivitas seksual. Antara lain menurunnya gairah atau libido seks, disfungsi ereksi, gangguan ejakulasi dan tidak tercapainya orgasme.

Perlu dipahami bahwa tidak ada satu jenis obat yang dapat menyelesaikan semua keluhan tersebut karena masing-masing kelainan mempunyai mekanisme berbeda sehingga cara penanganannya juga berbeda

Berikut beberapa kiat menyiasati  pemakaian “obat kuat” berkenaan dengan ditariknya sejumlah obat dari pasaran yang berisiko bagi kaum pemburu syahwat :

1.       Sebaiknya mengenal mekanisme terjadinya disfungsi ereksi (DE). Mekanisme terjadinya DE tidak sesederhana yang  diperkirakan, tetapi merupakan hal yang sangat kompleks yang melibatkan : sistem pembuluh darah (vascular), sistem saraf, hormonal, sistem psikologis,

DE dapat diakibatkan banyak aspek seperti psikis ( depresi, kecemasan, disharmonis dengan pasangan, stres di tempat kerja) dan gangguan fisik seperti diabetes, dyspilidemia ( gangguan lemak ), gangguan fungsi ginjal , fungsi liver, hipertensi, stroke, kelainan pada jantung, proses penuaan, gangguan hormonal, trauma di daerah panggul pasca operasi prostat, konsumsi alkohol, merokok, serta pemakaian obat penenang dalam jangka waktu yang lama

2.       Mengenal obat DE. Penanganan kasus DE karena murni psikis ( terutama yang dialami golongan pria usia muda) umumnya lebih mudah, tidak memerlukan terapi jangka panjang dan belum memerlukan golongan obat spesifik. Konsumsi suplemen atau vitamin biasanya sudah cukup memberikan hasil.

Lain halnya dengan DE akibat kelainan fisik, umumnya memerlukan penanganan secara holistik  ( melibatkan beberapa disiplin dokter ahli ).  Kunci keberhasilan terapi sudah tentu dengan mencari kausa ( penyebab) DE dengan penyebab berbeda dapat diterapi dengan obat yang sama.

Terdapat beberapa pilihan terapi medis DE yang disesuaikan dengan kondisi pasien seperti tingkat keparahan, lama menderita DE, ada tidaknya gangguan hormonal, ada tidaknya pemakaian obat rutin yang dapat memperburuk DE, kelainan genetik, dan ada tidaknya indikasi maupun kontra indikasi pemakaian” obat kuat “.

Pemakaian obat tanpa pengawasan dokter ahli akan berisiko:

a.       Tidak memberikan efektivitas karena mungkin tidak ada komponen kimia untuk fungsi ereksi, ataupun dosisnya tidak optimal ( karena overdosis )

b.      Beberapa golongan obat baik oral maupun injeksi  dapat berisiko pada segelitir orang oleh karena alergi-overdosis untuk terjadinya ereksi yang berkepanjangan lebih dari 3 jam yang malah berisiko terjadinya DE permanen jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.

c.       Beberapa golongan obat kuat tertentu dapat memberikan efek samping antara lain : nyeri kepala, daerah muka-bibir menjadi tebal, sumbatan pada hidung, nyeri pada leher dan punggung , gangguan saluran pencernaan, gangguan penglihatan sementara, jantung berdebar-debar ( berisiko bagi pria yang menderita gagal jantung : jantung koroner dan tekanan darah rendah )

d.      Perlu kehati-hatian ekstra ketat  bagi pria yang memiliki keluhan seperti gangguan irama jantung, gagal jantung, hipertensi yang tidak terkontrol, memakai obat penyakit jantung koroner, memakai rutinitas obat tertentu yasng dapat memperpanjang efek obat kuat dalam darah yang dampaknya memperburuk fungsi  ginjal (terutama pada usia lanjut )

3              Sebaiknya konsultasi dahulu dengan dokter ahli, untuk mendapatkan ketepatan dan keamanan dari setiap obat yang dikonsumsi termasuk “ obat kuat “.

4              Gangguan fungsi seks terutama DE, dapat diminimalisasi atau ditunda dengan cara mengubah pola hidup. Misalnya berhenti merokok, diet rendah lemak dan kolesterol, olah raga, menurunkan berat badan pada penderita obesitas, refreshing untuk mengurangi stres, tidur tidaklarut malam, mengkonsumsi buah dan sayuran serta pemeriksaan medis berkala bagi penderita penyakit sistemik seperti diabet, hipertensi, hiperkolesterolemia.

 dr Herry S Lubis SpAnd

 

 

 
Detail Artikel Lainnya
1- 7, Total : 7
 
Vaksin Meningitis Terbaru
  Tgl Kirim : 20-Aug-10 , Penulis : Ethical Digest
Komentar : 0
  [ Detail ]
   
Terapi Mengetik Penderita Autis
  Tgl Kirim : 20-Aug-10 , Penulis : Ethical Digest
Komentar : 0
  [ Detail ]
   
Apa Itu Glaukoma?
  Tgl Kirim : 19-Jul-10 , Penulis : dr Victor SpM
Komentar : 0
  [ Detail ]
   
Pornografi Mengecilkan Otak
  Tgl Kirim : 13-Jul-10 , Penulis : Intisari
Komentar : 0
  [ Detail ]
   
Menyiasati Pemakaian "Obat Kuat"
  Tgl Kirim : 25-Jun-10 , Penulis : dr Herry S Lubis Sp And
Komentar : 0
  [ Detail ]
   
Meredam Andropause Dini dengan Puasa
  Tgl Kirim : 14-Jun-10 , Penulis : dr Herry S Lubis Sp And
Komentar : 0
  [ Detail ]
   
DIARE/GE
  Tgl Kirim : 13-Jul-10 , Penulis : RS St Borromeus
Komentar : 3
  [ Detail ]
   
1- 7, Total : 7
 
 
 
Komentar
(*) Field harus diisi
Nama *
Detail Komentar *
 
 
 
 
« Kembali
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
[ Top ]
 
 
 
Pengunjung Online : 3 , Total Pengunjung : 62396

RS. Santo Borromeus (Hospital) , Jl. Ir. H. Juanda 100 Bandung Jawa Barat , Tel. 022-2552000, Fax.022-2504235
Copyright 2010 RS. Santo Borromeus Allrights reserved