Agenda Terbaru
Lomba Balita Sehat 2010 "Go Green Generasi Muda Indonesia"
  ...
[ Detail ]
   
Tampil dengan Gaya Baru
  www.rsborromeus.com tampil dengan gaya baru yang akan lebih memudahkan Anda...
[ Detail ]
   
 
 
Layanan Online
Humas
 
 
 
 
Detail Artikel
« Kembali English Version
 
Apa Itu Glaukoma?
Tanggal Kirim : 19-Jul-10
Penulis : dr Victor SpM
[ Komentar : Aktif ], Total : 0
 

Glaukoma merupakan suatu kelainan saraf penglihatan-berupa kematian serabut saraf penglihatan, yang terjadi berangsur-angsur tapi progresif, yang akan menyebabkan gangguan lapangan pandang. Glaukoma adalah salah satu penyebab kebutaan utama di dunia, termasuk di Indonesia. Sampai saat ini glaukoma tidak dapat disembuhkan, tetapi kebutaan akibat glaukoma dapat dicegah.

Tekanan bola merupakan salah satu faktor yang berperan penting terhadap kerusakan serabut saraf penglihatan. Tekanan bola mata dipengaruhi oleh cairan dalam mata yang disebut dengan aquos humor, yang berfungsi memberi nutrisi bagian dalam bola mata, mempertahankan bentuk bola mata bagian depan. Bila sirkulasinya terganggu, tekanan bola mata akan naik. Normalnya tekanan bola mata 10-22mmHg.

Apakah penyebab glaukoma?

-          kelainan anatomi mata (sudut bilik mata depan)

-          katarak

-          infeksi pada mata

-          diabetes mellitus

-          kelainan bawaan lahir, misal pada glaukoma kongenital

-          trauma pada mata

Siapa yang beresiko menderita glaukoma? meskipun semua orang dapat menderita glaukoma, namun beberapa orang memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan yang lain, yaitu mereka yang :

keturunan orang kulit hitam / African American

usia diatas 40 tahun

ada riwayat keluarga dengan glaukoma

pasien dengan diabetes

penderita dengan pengobatan steroid jangka panjang

Apakah gejala  glaukoma? Tergantung pada jenis glaukoma yang diderita, Glukoma sudut terbuka tidak  memberikan gejala yang dapat dirasakan pada awalnya, penglihatan pasien  tetap normal, tidak ada rasa sakit. Bila tidak diobati, perlahan-lahan akan timbul gangguan lapangan pandang, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penglihatan pasien seolah-olah melihat dalam corong/tunnel vision. Oleh karenanya, glaukoma sudut terbuka sering disebut dengan “PENCURI PENGLIHATAN”.  Pada glaukoma sudut tertutup, saat timbul serangan akut penderita akan merasakan penglihatannya kabur secara mendadak, seperti melihat pelangi, nyeri pada daerah mata, disertai dengan rasa mual, muntah.

Lapangan pandang pada orang normal dan penderita glaukoma

Bagaimana cara mendiagnosa glaukoma? pemeriksaan mata secara teratur merupakan cara terbaik untuk mendeteksi glaukoma. Pasien akan diperiksa :

-          tajam penglihatan (sering tidak terganggu pada awal glaukoma)

-          tekanan bola mata (salah satu faktor yang berperanan dalam timbulnya glaukoma)

-          gonioskopi (menilai sudut bilik mata depan)

-          lapangan pandang (gangguan lapangan pandang  muncul sejak awal perjalanan glaukoma)

-          foto fundus (untuk evaluasi saraf optik)

Apakah tekanan bola mata yang meningkat berarti telah menderita glaukoma? TIDAK. Peningkatan tekanan bola mata merupakan indikator seseorang memiliki resiko menderita glaukoma, TIDAK berarti telah menderita glaukoma. Seseorang dikatakan menderita glaukoma HANYA jika telah mengalami kerusakan pada saraf optik (dinilai dari keadaan saraf optik dan lapangan pandang).

Bagaimanakah pengobatan glaukoma? oleh karena glaukoma merupakan penyakit yang berlangsung selama hidup pasien, pengobatan harus patuh dan seumur hidup, mirip dengan diabetes dan hipertensi. Pengobatan diharapkan dapat mengontrol perjalanan penyakit, dan menghindarkan pasien dari kebutaan. Saat ini terdapat berbagai macam obat yang digunakan dalam pengobatan glaukoma, masing-masing memiliki cara kerja dan keuntungan serta efek samping, sehingga harus konsultasi dengan dokter.

Kapan pasien menjalani operasi? operasi dipertimbangkan pada keadaan :

-          pasien tidak tahan dengan obat

-          pasien kurang mampu membeli obat

-          pasien tidak patuh dalam pengobatan, tidak bisa kontrol teratur

-          terjadi progresifitas penyakit,walau dengan obat-obatan

Jenis operasi yang dapat dilakukan meliputi :

-          operasi dengan laser

-          operasi bedah

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah kebutaan karena glaukoma? Glaukoma dapat dikontrol dengan pengobatan dokter dan pemeriksaan berkala sesuai anjuran dokter. Dan menyarankan agar keluarga untuk memeriksakan diri secara dini apabila ada faktor resiko glaukoma

 
Detail Artikel Lainnya
1- 7, Total : 7
 
Vaksin Meningitis Terbaru
  Tgl Kirim : 20-Aug-10 , Penulis : Ethical Digest
Komentar : 0
  [ Detail ]
   
Terapi Mengetik Penderita Autis
  Tgl Kirim : 20-Aug-10 , Penulis : Ethical Digest
Komentar : 0
  [ Detail ]
   
Apa Itu Glaukoma?
  Tgl Kirim : 19-Jul-10 , Penulis : dr Victor SpM
Komentar : 0
  [ Detail ]
   
Pornografi Mengecilkan Otak
  Tgl Kirim : 13-Jul-10 , Penulis : Intisari
Komentar : 0
  [ Detail ]
   
Menyiasati Pemakaian "Obat Kuat"
  Tgl Kirim : 25-Jun-10 , Penulis : dr Herry S Lubis Sp And
Komentar : 0
  [ Detail ]
   
Meredam Andropause Dini dengan Puasa
  Tgl Kirim : 14-Jun-10 , Penulis : dr Herry S Lubis Sp And
Komentar : 0
  [ Detail ]
   
DIARE/GE
  Tgl Kirim : 13-Jul-10 , Penulis : RS St Borromeus
Komentar : 3
  [ Detail ]
   
1- 7, Total : 7
 
 
 
Komentar
(*) Field harus diisi
Nama *
Detail Komentar *
 
 
 
 
« Kembali
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
[ Top ]
 
 
 
Pengunjung Online : 3 , Total Pengunjung : 62391

RS. Santo Borromeus (Hospital) , Jl. Ir. H. Juanda 100 Bandung Jawa Barat , Tel. 022-2552000, Fax.022-2504235
Copyright 2010 RS. Santo Borromeus Allrights reserved