Bagaimana cara mendiagnosa glaukoma? pemeriksaan mata secara teratur merupakan cara terbaik untuk mendeteksi glaukoma. Pasien akan diperiksa :
- tajam penglihatan (sering tidak terganggu pada awal glaukoma)
- tekanan bola mata (salah satu faktor yang berperanan dalam timbulnya glaukoma)
- gonioskopi (menilai sudut bilik mata depan)
- lapangan pandang (gangguan lapangan pandang muncul sejak awal perjalanan glaukoma)
- foto fundus (untuk evaluasi saraf optik)
Apakah tekanan bola mata yang meningkat berarti telah menderita glaukoma? TIDAK. Peningkatan tekanan bola mata merupakan indikator seseorang memiliki resiko menderita glaukoma, TIDAK berarti telah menderita glaukoma. Seseorang dikatakan menderita glaukoma HANYA jika telah mengalami kerusakan pada saraf optik (dinilai dari keadaan saraf optik dan lapangan pandang).
Bagaimanakah pengobatan glaukoma? oleh karena glaukoma merupakan penyakit yang berlangsung selama hidup pasien, pengobatan harus patuh dan seumur hidup, mirip dengan diabetes dan hipertensi. Pengobatan diharapkan dapat mengontrol perjalanan penyakit, dan menghindarkan pasien dari kebutaan. Saat ini terdapat berbagai macam obat yang digunakan dalam pengobatan glaukoma, masing-masing memiliki cara kerja dan keuntungan serta efek samping, sehingga harus konsultasi dengan dokter.
Kapan pasien menjalani operasi? operasi dipertimbangkan pada keadaan :
- pasien tidak tahan dengan obat
- pasien kurang mampu membeli obat
- pasien tidak patuh dalam pengobatan, tidak bisa kontrol teratur
- terjadi progresifitas penyakit,walau dengan obat-obatan
Jenis operasi yang dapat dilakukan meliputi :
- operasi dengan laser
- operasi bedah
Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah kebutaan karena glaukoma? Glaukoma dapat dikontrol dengan pengobatan dokter dan pemeriksaan berkala sesuai anjuran dokter. Dan menyarankan agar keluarga untuk memeriksakan diri secara dini apabila ada faktor resiko glaukoma
