PERSADIA ( Persatuan Diabetes Indonesia )
RS SANTO BORROMEUS
Visi :
” Hidup Sehat dengan Diabetes Melitus”
Misi :
1. Memberikan pelayanan edukasi yang terbaik pada diabetisi sehingga Persadia Unit Kerja RS. St. Borromeus semakin dicintai oleh masyarakat
2. Mengendalikan gula darah Diabetisi
3. Memandirikan diabetisi (penderita diabetes)
Semakin bertambahnya jumlah penderita diabetes dibuktikan dengan:
1. Indonesia menempati peringkat ke 4 jumlah diabetes terbanyak di dunia (data : Perkeni 2005).
2. Data rekam medik RS. St. Borromeus pada tahun 2005 sebanyak 1213 kasus dari total pasien yang dirawat 23.355 dan pada tahun 2006 sebanyak 1802 kasus dari total pasien yang dirawat 24,065.
3. Survei di lapangan didapat bahwa pasien datang ke rumah sakit sudah dengan komplikasi dari Diabetes.
Hal tersebut berkaitan erat dengan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Diabetes Melitus. Maka RS. Santo Borromeus yang memiliki misi memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan profesional dan tetap memperhatikan pelayanan kasih yang berkualitas, ikut dalam organisasi sosial yang bersifat mandiri dan memiliki tujuan yang sama yaitu organisasi PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia).
Siapa saja yang dapat menjadi anggota PERSADIA?
1. Diabetesi
2. Keluarga Diabetesi
3. Simpatisan
4. Dokter, perawat, ahli gizi, psikolog dan pekerja sosial
Untuk informasi lebih lanjut
Hubungi :
Sr. Catur : (022) 2552124
Sekretariat : (022) 2552196
Kegiatan Persadia Unit Kerja RS. St. Borromeus antara lain :
1. Pemeriksaan gula darah
2. Pengukuran berat badan, tekanan darah dan nadi
3. Senam kaki diabetes
4. Perawatan kaki diabetes
5. Pemberian materi edukasi setiap 1 bulan sekali
Kegiatan dilaksanakan setiap hari sabtu pada pukul 07. 00 s/d 09.00 WIB.
Kegiatan didampingi oleh perawat/ dokter/ ahli gizi.
Prestasi yang telah diraih oleh PERSADIA Unit Kerja RS. St. Borromeus :
- Juara II, Lomba Cerdas Cermat Persadia se-Jawa Barat.
- Juara III dan Juara Harapan I, Lomba Peragaan Senam DM Persadia se-Jawa Barat
Tim Edukator (Dokter, Perawat dan Ahli Gizi) seluruhnya telah mengikuti pelatihan edukator diabet basic dan advance.
|