image

Anemia Pada Remaja

Anemia adalah kondisi kekurangan sel darah merah dalam tubuh. Sel darah merah berisi hemoglobin bertugas untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh.  Nilai normal kadar hemoglobin seseorang ditentukan berdasarkan jenis kelamin dan usianya berdasarkan jenis kelamin dan usia. Kadar hemoglobin normal pada wanita berkisar antara 12-15 gr/dl, sedangkan kadar hemoglobin pada pria dewasa berkisar antara 13-17 gr/dl.  Seorang dikatakan anemia jika kadar hemoglobin dibawah normal.

Penyebab anemia remaja antara lain :

  1. Kehilangan darah secara kronis
  2. Asupan zat besi dan penyerapan yang tidak adekuat
  3. Peningkatan kebutuhan asupan zat besi untuk pembentukan sel darah merah yang lazim berlangsung pada masa pubertas.

Anemia juga dapat disebabkan adanya faktor-faktor lain seperti lama haid, kebiasaan sarapan pagi, status gizi, pendidikan ibu, asupan zat besi dan protein tidak sesuai dengan kebutuhan serta adanya faktor inhibitor penyerapan mineral zat besi yaitu tanin dan oksalat.

Zat besi merupakan mineral mikro yang paling banyak di dalam tubuh manusia dan hewan, yaitu 3 sampai 5 gram di dalam tubuh orang dewasa. Asupan zat besi yang tidak memadai berarti kurangnya oksigen yang disampaikan ke jaringan-jaringan. Sebagai akibatnya, orang cepat merasa lelah, lesu dan tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Berdasarkan AKG 2013 asupan zat besi yang dianjurkan untuk wanita yaitu sebanyak 26mg/hari dan 15 gr/hari untuk pria.

Defisiensi zat besi dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya seperti kondisi non gizi (kelainan genetik, penyakit infeksi serta cacingan), dan gizi karena ada makanan yang bersifat menghambat penyerapan zat besi seperti makanan yang mengandung senyawa tanin, fitat, polizat besinol, oksalat dan serat pangan yang banyak terdapat pada teh dan serealia.

Selain zat besi salah satu zat gizi penting lain dalam pembentukan hemoglobin lainnya adalah protein. Asupan protein akan menjadi salah satu faktor anemia jika asupan protein tidak tercukupi secara terus-menerus maka akan mempengaruhi keadaan status gizi remaja sehingga dapat mengakibatkan anemia terutama pada remaja putri.

Anemia pada remaja dapat membawa dampak kurang baik bagi remaja, anemia yang terjadi dapat menyebabkan menurunnya kesehatan reproduksi, perkembangan motorik, mental, kecerdasan terhambat, menurunnya prestasi belajar, tingkat kebugaran menurun, dan tidak tercapainya tinggi badan maksimal.  Peneltian Asian Development Bank (ADB) menyatakan bahwa anak yang anemia dapat menyenankan kehilangan angka kecerdasan intelektual anak sekitar 6-7 poin, setiap penambahan 1 gr% kadar hemoglobin dapat meningkatkan kecerdasan intelektual anak sekitar 6-7 poin.

Untuk mencegah anemia bagi para remaja,  maka diperlukan konsumsi makanan yang berperan dalam proses pembentukan hemoglobin, yaitu makanan tinggi akan zat besi, asam folat, protein vitamin B 12, serta vitamin C yang berfungsi membantu penyerapan zat besi.

Contoh dari makanan tersebut antara lain :

  1. Makanan kaya zat besi, asam folat dan protein, seperti daging, sereal yang telah diperkaya zat besi, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau gelap dan buah-buahan.
  2. Makanan kaya vitamin B12, seperti susu dan produk turunannya, serta makanan berbahan dasar kacang kedelai, seperti tempe dan tahu.
  3. Buah-buahan kaya vitamin C, misalnya jeruk, melon, tomat, dan stroberi. Vitamin C berfungsi untuk membantu penyerapan zat besi.

Hindari konsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi bersamaan dengan makanan yang mengandung zat penghambat penyerapan zat besi seperti teh, kopi, coklat.

Hemoglobin

 

Apakah itu HB ?

HB atau Hemoglobin merupakan suatu zat protein yang kaya akan zat besi , yang terkandung di dalam sel darah merah, bertugas untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh

Apa dampaknya jika tubuh kekurangan HB ?

Fungsi HB adalah mengangkut oksigen dan membawanya ke suluruh jaringan tubuh. Tanpa sel darah merah yang cukup oksigen tidak akan sampai ke organ-organ tubuh dengan maksimal. Akibat fungsi tubuh pun terganggu. Gejala dari kekurangan Hb antara lain, lemas, letih, lesu, lunglai , sesak nafas.

Apakah anemia bisa sembuh ?

Anemia bisa disembuhkan dengan beberapa treatment disesuaikan dengan penyebabnya. Jika anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi , para penderita dianjurkan untuk konsumsi bahan makanan yang berperan dalam pembentukan hemoglobin yaitu bahan makanan yang mengandung protein, zat besi, zink, asam folat, Vitamin B 12, vitamin c dan juga dapat ditambah dengan suplementasi Fe jika perlu.

Penderita Anemia tidak boleh makan apa ?

Penderita anemia disarankan tidak konsumsi bahan makanan yang mengandung zat yang menghambat penyerapan zat besi bersamaan dengan makanan yang tinggi zat besi. Makanan yang mengandung zat penghambat penyerapan zat besi seperti Asam fitat yang terdapat pada kacang2an, gandum . Jika anda anemia dan ingin konsumsi serealia atau gandum , pilihlah serealia yang telah diperkaya zat besi. Selain asam fitat, zat yang dapat menghambat penyerapan zat besi lainnya adalah tanin yang terdapat pada kopi, coklat dan teh.

Apakah minum teh dapat menurukan HB?

Teh mengandung Tanin, yaitu zat antigizi yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Zat besi merupakan komponen penting dalam pembentukan HB.  Maka dari itu tidak dianjurkan untuk konsumsi teh bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi. Jika zat besi kurang dalam tubuh maka akan menurunkan produksi HB yang berdampak kepada anemia.

Apa yang harus dilakukan untuk mengetahui kadar HB kita normal atau tidak, jika tidak normal harus berkonsultasi dengan siapa?

Untuk mengetahui kadat HB kita dapat melakukan pemeriksaan HB di laboratorium, jika didapatkan hasil Hb dibawah normal maka dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter untuk penentuan terapi yang tepat. Dokter akan menyesuaikan terapi suplementasi fe sesuai dengan derajat anemia, selain itu dianjurkan untuk konsultasi gizi contohnya ke klinik Gizi RSB untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai diet yang harus dijalankan untuk meningkatkan HB.

Picture1